Apakah kelinci perlu diberi air minum?

Pertanyaan diatas sering sekali mengemuka ketika kita bicara tentang memelihara/beternak kelinci. Khususnya buat para pemula seringkali bingung, apakah kelincinya harus diberi minum ataukah gak. Semoga saja tulisan berikut ini dapat menjadi solusinya.

Baiklah, mari kita mulai pembahasannya, (kayak pak guru aja,hehehe…)

Sebenarnya kalo kita search di mbah google, dah banyak pertanyaan ini, dan tentu saja disertai jawabannya. Tapi rasanya kok kurang afdhol kalo kami gak ikut nimbrung urun rembug. Tentu saja sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman kami yang belum seberapa ini.

Awal2 kita melihara kelinci kita pun bingung kelinci tu perlu dikasih minum ato gak. Dan setiap kali kita dateng ditempat orang yang melihara kelinci,  pertanyaan diatas bisa dibilang menjadi salah satu pertanyaan wajib dari kami. Tapi karena beda kepala pasti beda pemikiran, jawabannya pun bermacam2, sesuai dengan pendapat dan pengalaman masing2. Ada yang berpendapat harus dikasih, ada yang bilang gak perlu, dan ada yang njawab perlu dikasih minum tapi hanya untuk momen2 tertentu saja (misalnya pas lebaran, hehehe….)

Berdasarkan beberapa jawaban yang pernah kita dengar langsung dari peternak, dan juga beberapa literatur yang pernah kita baca, plus pengalaman kami sendiri, masalah ini sebenarnya dapat kita pandang dalam 2 perspektif ; yaitu dalam tataran teoritis dan dalam tataran praksis (praktek)

Secara teoritis, makhluk hidup apapun (manusia, hewan,tumbuhan) pasti memerlukan air. Bisa dibilang air adalah komponen yang sangat penting dalam kehidupan. Manusia sebagian besar tubuhnya terdiri dari air, bumi ini mayoritas juga air, bahkan menurut beberapa teori, awal dari kehidupan juga dari air.

Berdasarkan uraian singkat diatas, sudah jelas kelinci sebagai salah satu makhluk hidup (kecuali kelincinya dah mati ^_^) pasti juga butuh air. Hanya saja kemudian pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah, darimana pasokan air yang dibutuhkan oleh kelinci? Apakah dari air minum, dari makanannya ataukah dari PDAM??? (serius amat bacanya…hehehe…)

Untuk menjawab pertayaan itu, mari  kita melangkah ke tataran praksis.

Dalam prakteknya, seperti yang dikemukakan oleh banyak peternak kelinci yang pernah kita temui, ada tiga pendapat yang berbeda terkait hal ini. Yaitu:

Pertama, ada yang berpendapat pasokan air yang dibutuhkan yang utama tentulah dari air minum yang kita sediakan. Kalo dari makanan, dalam hal ini hijau2an, kandungan airnya tidak cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan kelinci akan air. Yah meskipun tanpa dikasih air minum kelinci bisa hidup, tapi itu bisa dibilang menyiksa kelinci. Apalagi kalo kelincinya juga sering kita kasih pelet atau  konsentrat (ampas tahu/kleci dicampur dedak dll) yang notabene adalah makanan yang kering. Jadi kesimpulannya, kelinci mutlak membutuhkan air minum dalam kesehariannya.

Pendapat kedua mengatakan, kelinci tidak butuh air minum, karena kebutuhan airnya cukup dari makanan (khususnya hijauan) yang kita berikan. Mereka berdalih, sudah bertahun2 mereka melihara/beternak kelinci tanpa dikasih minum toh baik2 aja. Mereka bisa hidup, beranak, dan terus berkembangbiak. Apa kita masih harus ngeyel kalo mereka menjawab seperti itu?? ^_^

Sedangkan pendapat ketiga tentu pasokan airnya bukan dari PDAM, hehehe… golongan ketiga ini berpendapat kalo kelinci hanya membutuhkan air minum disaat2 tertentu aja, selebihnya kebutuhan akan air dah tercukupi dari makanan (hijauan) yang kita berikan. Saat2 dimana kelinci butuh air minum menurut mereka adalah ketika kelinci tersebut lagi bunting tua, lebih spesifik lagi menjelang dan pasca melahirkan. Coz saat2 tersebut konon kelinci kita mengalami dehidrasi. So, ketika kita tahu kelinci ita mau melahirkan, sebaiknya di siapkan air minum dikandangnya. Lebih bagus lagi kalo dikasih es jus (becanda, hehehe…) untuk itulah menjadi  penting kiranya untuk mencatat tanggal perkawinan kelinci kita, agar kita bisa tahu kapan kira2 kelinci kita akan beranak.

Lalu bagaimana dengan pendapat kami?

Kalo kami termasuk pendukung pendapat pertama. Jadi kelinci emang butuh air minum untuk kesehariannya. Apalagi kalo sering dikasih konsentrat. Kasian kan kalo kelinci2 kita tersedak ato sereden gara2 makan konsentrat dan ternyata gak tersedia air minum? Pasti kelinci kita bakal merasa tersiksa banget. Kalo saja dia bisa ngomong, dia pasti dah ngomel2 (apalagi kalo kelinci betina, hehehe…)

Advertisements

About abrabbitjogja

Pengen jadi pengusaha sukses, jalan2 keliling indonesia & eropa, punya keluarga yang bahagia, mati masuk syurga ^_^
Gallery | This entry was posted in Most Frequently Asked Question and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s