Si Hotot

Hotot (atau disebut juga dwarf hotot) adalah termasuk salah satu kelinci jenis hias. Badannya kecil, telinganya pendek, dan Ciri khas yang menonjol dari jenis ini adalah adanya celak (warna hitam) yang mengelilingi bola matanya.

Cukup sulit mencari kelinci jenis ini, dan harganya pun relatif cukup mahal. Alhamdulillah untuk jenis ini kita punya sepasang. Itu pun dapetnya dengan perjuangan keras dan jalan berliku, (cie…..)

Waktu kita beli si flame, ND, & holland loop, si pedagang (sebut saja namanya gus ali) juga punya 2 pasang hotot. Tapi anehnya harga yang sepasang dua kali lipat dari harga pasangan yang lain. Waktu itu kita ditawarin yang harganya murah, dan belum tau kenapa harganya murah. Waktu kita tanya, dia Cuma jawab, kalo yang harganya mahal tu (2x lipat) adalah kepunyaan temennya, dan harga yang dipatok emang segitu. Tapi karena kita dah borong banyak, dan duitnya juga terbatas, maka kita tolak tawaran tersebut.

Singkat cerita, beberapa waktu berselang kita sowan lagi ke rumah gus ali, tentu saja sambil liat2 kelincinya. Eh ternyata, sepasang hotot yang murah dah laku. Tinggal sepasang yang katanya punya temennya tu, dan sekarang statusnya “NOT FOR SALE”.

Seperti biasa, selanjutnya kita ngobrol2, ngalor ngidul ngetan ngulon, pokoknya macam2 deh yang di obrolin. Dari masalah kelinci same masalah agama. Tapi gak ngomongin orang kok!hhehehe… Disinggung juga bahwa hotot yang dah terjual ternyata laku lebih mahal dari harga yang ditawarkan ke kita. Juga dibuka fakta bahwa, hotot tersebut dah agak tua, makanya harganya lebih murah. Kalo hotot yang tersisa tu masih muda ( baru beranak dua kali ). Adzan asar pun terdengar…gak lama berselang, kita pamit pulang. Dan Silaturahim kita pada hari itu gak membawa hasil untuk urusan kelinci. Tapi membawa banyak pengalaman baru untuk urusan yang lain. ^_^

Kunjungan kita berikutnya mau nawar kandang kelinci punya gus ali yang nganggur. Karena kebetulan sekarang dia lagi tertarik beternak ayam ketawa, serama, dan pelung. Awalnya Cuma nawar yang kecil, tapi malah ditawari yang gedhe&bertingkat. Setelah harga deal, berikutnya kita iseng2 nawar si hotot yang tersisa. Awalnya dia masih bergeming bahwa tu gak dijual. Namun melihat gelagatnya yang lagi tertarik ma ayam, dan PDKT kita yang sangat gencar( ^_^) , akhirnya dia setuju menjual tapi dengan harga yang sama seperti ditawarkan pertama kali. Kali ini gak bisa ditawar sedikitpun (padahal biasanya lumayan gampang ditawar, hehee…). Alasannya jelas.  Pertama, karena itu adalah kelinci kesayangannya (jadi bingung…kemarin dia bilang tu  punya temennya…^_^) dan alasan kedua karena tu kelinci lagi bunting, dan kurang dari seminggu lagi bakal lahiran. Nah lohhh…pantes aja dari kemarin2 bilang gak dijual. Ternyata lagi bunting, hehehe….

Begitu tau tu kelinci lagi bunting—dan emang dah disipin kotak buat lahiran—kita dah gak lagi menawar. Kita langsung oke aja dengan harganya. Toh bentar lagi langsung dapet anakan, (horeeee..), ^_^

Akhirnya dengan berat hati gus ali menyerahkan si hotot…proses nangkap&mindahinnya ekstra hati2, karena yang betina lagi bunting.

Dan emang benar, hanya dua hari berselang, si hotot betina melahirkan tiga ekor anak. Semuanya sehat&didalam kotak yang dah kita sediakan. Kita pun senang, karena ketakutan kita kalo si betina stress dan kemudian keguguran ternyata tidak terjadi. Alhamdulillah…..

Namun kegembiraan yang kita rasakan tidak berlangsung lama. Siang harinya, mas bro mendapati dua dari tiga ekor anaknya keluar dari kotak. Kemungkinan karena kotaknya emang terlalu rendah, jadi si baby yang meskipun matanya masih terpejam, tetep dapat memanjat keluar. Langsung aja mas bro mengambilnya dan memasukkannya ke kotak. Namun apa yang terjadi???karena dipegang dengan tangan telanjang (gak pake plastik), otomatis si baby jadi bau tangan manusia. Hal ni menyebabkan induknya marah, dan kemudian “menyerang” anak2nya, termasuk yang tadi gak kepegang(tapi mungkin kesenggol tangan, waktu mas bro naruh yang dua lagi). Si baby pun pada terluka, ada seperti luka tertusuk kuku gitu, dan ada juga yang kakinya memar.

Sebagai catatan, ketika beberapa hari sebelumnya, si hitam juga melahirkan dan kasus yang sama juga terjadi. Kasus yang ane maksud adalah anak2nya pada keluar kotak, bahkan dua diantaranya sampe terjatuh dari kandang, dan jalan2 cukup jauh (Untungnya buru2 kita temukan sebelum dipatok ayam ato dimakan kucing). Dan waktu itu, mas bro juga mengambilnya dengan tangan tanpa plastik dan langsung dibalikin ke kotaknya lagi. Tapi si hitam bereaksi biasa aja dan gak langsung menyerang seperti yang dilakukan si hotot. Jadi semua aman2 saja dan seperti gak terjadi apa2 (kamu emang indukan yang baik si hitam… ^_^)

 Makanya mas bro sempet panik juga ngelihat reaksi si hotot. Buru2 dia ambil inisiatif memindah semua anakan si hotot ke kandang si hitam. Toh melahirkannya Cuma beda 4 hari. Dan alhamdulillahnya, si hitam gak keberatan dijadiin orangtua asuh. Dia hanya mengendus2 anakan hotot bentar, dan kemudian kembali berbaring seperti sediakala ^_^. Dalam duniaperkelincian, metode menitipkan anak ke indukan lain (yang lebih care) biasa disebut dengan Forcering. Waktu itu kita belum tahu tentang istilah ini, juga belum tau teknik2nya. Jadi niatnya waton anakan si hotot selamet aja…hehehe…

Si hitam emang indukan yang baik, dia mau nyusuin anakan si hotot seperti anaknya sendiri. Yang kemudian jadi masalah adalah dua dari tiga anakan hotot itu gak mau nyusu ma si hitam. Kita tau hal ini ketika keesokan harinya kita cek anakan yang lain pada ndut2 perutnya, sementara yang dua ini perutnya kempes. Kita pun ambil inisiatif lagi (jujur aja waktu itu engetahuan kita masih kurang untuk kasus2  seperti ini, jadi belum tau langkah apa yang mesti diambil),jadi kita hanya berdasarkan feeling&logika. Kita coba ambil tu dua anakan trus kita taruh di deket puting si hitam. Tapi dia hanya ndusel2 bentar dan kemudian diem aja. Beda banget ma yang perutnya ndut. Begitu kita taruh deket puting si hitam, langsung aja dia “menyerang” tu puting dengan sporadis,hehheee…

Kita anggap percobaan pertama gagal. Kita coba ke alternatif kedua.

Kita ambil si hitam, kita tempatkan diatas pangkuan, dan kemudian anak2 si hotot kita susuin. Ternyata yang dua ekor ini etep gak mau nyusu. Padahal dah kita pasin ma putingnya, tapi mereka malah memalingkan muka. Uhhh…Pusing juga kita jadinya… ;-(

Karena juga gak berhasil, akhirnya kita keluarkan jurus terakhir, yaitu PASRAH.

Kita Cuma berharap, kalo emang tu anakan rizki kita semoga pada hidup sampe gede2. Tapi kalo emang bukan rizki kita, ya kita nerima aja. Kita ambil hikmah&pelajaran dibalik kejadian ini. Mungkin emang salah kita yang maksa2 gus ali untuk menjual si hotot, padahal sebenarnya dia gak berniat menjual. Jadi mungkin karena rada gak ikhlas, akhirnya jadi kayak gini deh… (hiks3…)

Dan ternyata hari berikutnya, si baby yang gak mau nyusu itu akhirnya meninggal. Beberapa jam beriikutnya yang satu lagi menyusul. Keduanya kita kuburkan dengan layak dibelakang rumah. Sementara yang satu lagi alhamdulillah sampe sekarang masih hidup dan dah bisa loncat2 plus makan sendiri (coz dah berumur sebulan lebih, hehehe…) akhirnya kita tetep bersyukur, meskipun hanya satu ekor, ternyata masih ada yang jadi rizki kita ^_^

Dari kejadian itu, kita juga belajar bahwa kandang yang kita milki emang gak representatif, khususnya buat indukan yang melahirkan. Maklum, kita waktu itu masih pake kandang ayam yang dijual dipasar2, yang tentu saja sangat sempit buat indukan yang melahirkan. Juga seringkali jarak bambu alasnya rada lebar, jadi anakan kelinci bisa jatuh. Hal inilah yang menjadi evaluasi kita yang untuk selanjutnya merombak total kandang kelinci yang kita miliki agar representatif dan nyaman buat rumah si kelinci peliharaan kita ^_^

Advertisements

About abrabbitjogja

Pengen jadi pengusaha sukses, jalan2 keliling indonesia & eropa, punya keluarga yang bahagia, mati masuk syurga ^_^
Gallery | This entry was posted in My Rabbit and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s